Perlunya Kepastian Hukum Dalam SDM

Pembangunan Nasional yang sedang berlangsung dan perlunya suatu kesinambungan yang saat ini berjalan adalah untuk menciptakan cita-cita bangsa, oleh karena itu diperlukan  sumber daya manusia yang berkemampuan dan berkualitas untuk menyelenggarakan pembangunan. Demi cita-cita nasional untuk mencapai kesejahteraan adil dan makmur serta menciptakan masyarakat madani.

Gerakan pembagunan yang sudah lama terlaksana  pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan dalam upaya mentransformasikan manusia-manusia Indonesia yang berada dalam suatu kondisi ke kondisi yang lebih maju baik secara individual maupun dalam konteks sebagai kelompok masyarakat.

Salah satu prioritas dalam pembangunan yaitu diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, guna mencapai SDM tersebut maka diperlukan pengembangan dan perubahan SDM. Pembangunan pada hakekatnya adalah upaya untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,  karena itu pembangunan perlu dan terus dilaksanakan. Pengembangan SDM adalah merupakan suatu proses jangka panjang untuk meningkatkan potensi dan efektivitas komponen bangsa yaitu, manusia Indonesia.

Manusia Indonesia atau SDM  berkualitaslah yang bisa berkiprah dalam melaksanakan pembangunan di segala bidang. Perubahan yang begitu cepat dan sangat dinamis adalah ciri yang sangat utama dalam meneruskan keberlanjutan suatu bangsa. SDM yang tidak berkualitas dan tidak berkopetensi sudah pasti tidak akan bisa dipakai atau dipergunakan dalam roda pembangunan ini. Tersingkir, sangat ironis.

Perlu kerja keras untuk dapat meningkat SDM, apalagi sekarang ini indeks SDM kita terpuruk dibawah Negara Malaysia padahal pada tahun 1975 SDM kita dikirim ke Malaysia untuk membantu pemerintah Malaysia guna mencerdasakan masyarakatnya. Hal ini harusnya menjadi pemikiran yang mendalam bagi pemerintah kedepan kenapa hal ini bisa terjadi.  Agar lebih optimal dalam upaya meningkatkan SDM untuk dimasa yang akan datang   tercapai apabila pemerintah memperhatikan pendidikan dengan sepenuh hati. Bangsa yang besar akan terwujud apabila ditopang oleh SDM yang berkualitas yaitu dengan cara pendidikan. Jadi dengan pendidikanlah dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia akan dapat terwujud.

B. Kondisi SDM Bangsa

Negara Republik Indonesia yang merupakan sebagai Negara hukum (Rechtsstaat) mewujudkan suatu tata kehidupan bangsa yang sejahtera, aman, tentram dan tertib. Pada hakekatnya manusia baik individual maupun kelompok masyarakat akan berjalan dengan baik apabila mereka patuh dan taat pada hukum, hukum sebagai panglima adalah menjadi cita-cita Republik Indonesia. Namun hingga sekarang cita-cita Republik Indonesia belum begitu terwujudkan sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia.

Berangkat dari istilah penegakan hukum tersebut di atas maka, hasrat menjadikan hukum sebagai panglima menjadi doktrin dan prinsip yang dapat dikatakan dengan istilah negara berdasarkan hukum (rule of law) bukan sebaliknya bahwa Negara sebagai machstaat atau kekuasaan semata.

Sebagai Negara yang berdasarkan hukum (rule of law) maka peraturan hukum itu di buat dan diterapkan oleh pemerintah (eksekutif) besama dengan DPR (legislatif). Peraturan hukum yang dibuat tersebut kadang tergesa-gesa sehingga pada akhirnya lahir peraturan hukum yang kurang responsive, Bahkan banyak peraturan hukum yang dikeluarkan saling tumpan tindih dengan peraturan hukum lainnya, sehingga menghambat penegakan hukum dan membuat masyarakat tidak dapat menerima sehingga menghambat proses pembangunan yang kita harapkan.

Dengan selesainya pemilu legislatif beberapa hari yang lalu, diharapkan dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas (Anggota Legislatif DPR/DPRD), sehingga SDM yang ada tersebut dapat menjadi yang terbaik untuk keberlangsungan pembangunan yang sedang berjalan ini.

Melihat fenomena yang ada sekarang ini dengan memperhatikan kualitas para calon anggota legislatif boleh dikatakan sangat memprihatinkan, apabila kita perhatikan dengan seksama lebih banyak para calon tersebut hanya berbekal popularitas dan kekuasaan saja, tanpa memperhatikan kualitas daripada calon anggota legislatif tsb.

Bisa dibayangkan apablia SDM tersebut tidak berkualitas, padahal mereka tugasnya sangat berat dalam menjalankan amanah dari para konstituen yang telah memilihnya untuk mewujudkan pembangunan yang diharapkan bagi terwujudnya cita-cita masyarakat. Hal tersebut dapat menjadi bumerang apabila cita-cita mereka hanya pada mencari kekuasaan semata tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat banyak. Ini yang menjadi suatu dilemma yang harus diperhatikan.

Reformasi adalah hal yang pada awalnya sangat diharapkan untuk bisa merubah tatanan dan perilaku SDM menjadi lebi baik. Tetapi hal ini juga belum bisa terlalu banyak kita harapkan. Hanya sebagian kecil saja yang merasakan kenikmatan dari reformasi tsb (kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan berserikat, pers) itulah yang menikmati hasil dari buah reformasi, peningkatan dan pengembangan SDM belum tersentuh.

C. Perubahan

Reformasi atau demokratisasi merupakan suatu perubahan berbagai unsur yang terdapat dalam Negara, termasuk didalamnya adalah di bidang hukum, misalnya siapapun manusia di Indonesia harus tunduk pada hukum sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat (1) menyatakan bahwa :

“ setiap warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecuali”.

Dari pasal tsb sudah jelas, bahwa masyarakat mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan perbaikan dalam rangka pengembangan SDM, tentu mendapatkan pendidikan adalah yang utama untuk menuju perubahan SDM menjadi lebih baik.

Perlu diketahui Investasi pengembangan SDM sendiri tidak cukup hanya menjelaskan kemajuan sebuah Negara atau perusahaan. Tetapi diperlukan suatu bukti nyata dalam pelaksanaan pengembangan SDM jadi bukan sekedar retorika belaka. Investasi ini memang mahal dan tidak bisa instan untuk menikmatinya, masa yang akan datanglah hal ini baru bisa untuk dinikmati.

Berpikir mengenai pengembangan sumber daya manusia harus didahului dengan beberapa tindakan nyata. Harus ada pengertian tentang apa yang harus dan dapat dilakukan oleh pemerintah dan hal ini merupakan tanggung jawabnya. Itu yang penting.

Dalam melakukan perubahan guna pengembangan sumber daya manusia ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Perubahan keahlian dan kompetensi untuk memperbaiki kinerja setiap individu atau kelompok masyarakat.

2.    Apa kekurangan tertentu, dan perlu mendapatkan perhatian khusus dalam hal ini.

3.    Perubahan teknologi, perlu disikapi.

4.    Kesempatan, memberi kesempatan atau tidak?

5.    Tanggung jawab, siapa yang bertanggung jawab.

6.    Perubahan perilaku

Inti dari fokus pada pengembangan adalah pengertian bahwa kita adalah individu yang utuh (sama artinya dengan kita tidak terpisahkan). Kasus dalam fokus pengembangan adalah bahwa kita berkembang cepat, menjadi kreatif, memberikan sumbangan yang besar jika kita mampu mempertimbangkan hidup kita sebagai kesatuan dalam membuat kebijaksanaan yang seimbang tentang apa yang baik untuk kesatuan hidup kita, tidak hanya sebatas pada kepentingan kebutuhan jangka pendek saja, yaitu kekusaan. Fokus pada pengembangan yang harus diperhatikan:

1. Memerlukan tujuan awal individu dan nilai-nilai yang bibawanya.

2. Dapat meminta belajar untuk melihat apa yang mereka lakukan terhadap keseluruhan hidup.

3.  Mendorong individu meluangkan waktunya untuk mempertimbangkan pengembangan diri mereka dan apa yang ingin mereka lakukan.

4. Memungkinkan individu bekerja sebagai kelompok teman guna melakukan proses belajar.

Pendekatan ini dilakukan bukan untuk orang-orang penakut tetapi ditujukan kepada orang yang mau berubah dan mau melakukan suatu perubahan bagi Negara dan bangsanya. Melakukan suatu perubahan ada tiga tekanan yang harus diperhatikan;

1. Karena adanya suatu kebosanan,

2. Karena adanya suatu kecemasan,

3. Karena adanya potensi.

D. Kesimpulan

–  Untuk menjadikan roda pembangunan terus berjalan dan menghasilkan yang terbaik bagi bangsa dan negara harus diikuti dengan melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia di segala sektor maupun lintas sektor.

–  Dengan pendidikan, adalah cara yang harus dilakukan oleh SDM guna berjuang untuk mempertahankan hidup dan bersaing dengan para kompetiter.

–    Bangsa yang besar dan ingin maju adalah bangsa yang mau meperhatikan kualitas SDM nya.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s